AddThis

Share |
Tampilkan postingan dengan label Khasanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khasanah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Mei 2010

Pilkada Lamongan 2010


Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Lamongan ditetapkan pada 23 Mei 2010. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno KPUK Lamongan Minggu pada 27 Desember 2009. "Penetapan pelaksanaan pilkada tersebut sudah dilakukan secara cermat berdasarkan peraturan KPU No 63 Tahun 2009 tentang tahapan pilkada," kata Ketua KPUK Lamongan, Khoirul Huda, kemarin (28/12).
Copaz from [http://scriptintermedia.com]

Masyarakaat Lamongan akan mengadakan hajatan besar. pesta demokrasi memilih kepala daerah secara langsung.Nah sebagai masayarakat Lamongan punya hak untuk di pilih dan memilih sesuai UU yg berlaku tentunya ...buat anda sekalian yang mau memilih ato Nyoblos ( istilah populernya ) usahakan pilih ..yg benar-benar bisa mewakili aspirasi anda jgn pilih pemimpin yang OMDO-omong doang..hanya janji 2 muluk di depan rakyat lamongan..

sebuah wacana pribadi dari saya ...
Pak ..Masfuk...nama yang sudah gk asing di telinga kita sebagai warga Lamongan..
beliau adalah seorang Bupati .Orang no wahid di Lamongan....namanya uda terkenal karna sarat prestasinya membangun Lamongan...dan bahkan itu di sadari oleh bukan hanya warga lamongan ..namun di luar warga lamongan juga mengakuinya...beliau tidak cari muka di depan rakyak .tidak cari nama..namun mengedepankan kerja manfaat bagi seluruh warga Lamongan ..untuk kesejahtraan dan kemakmuran....
Hal- Hal yang paling mencolok syarat akan prestasi beliau adalah ( meski gak lepas dri dukungan masyarakat lamongan ) ...adalah
1. Nama Lamongan sendiri yang awalnya asing di telinga...
2. WBL - Wisata bahari Lamongan
3. Plasa Lamongan
4. persebakbolaan ....Persela
dan prestasi2 lainnya yg gk mingkin di sebutkan 1 persatu

Dulu saya tidak kenal ...siapa bupati lamongan sebelum Bapak Masfuk ...suatu ketika saya tinggal di daerah yg lamayan jau dr lamongan...berbincang2 dengan penduduk stempat.."Oyah siapa sekarang bupati lamongan itu...Pas Masfuk yah...dan saya pun meng iyakan" orang itupun memuji kinerja dan prestasi bapak Masfuk....yang notabene bukan orang asli lamongan ...bukan tinggal di Lamongan...
Sebagai manusia biasa beliau tidak lepas dari kekurangannya. saya tidak bermaksud meng elu2 kan beliau namun itulah kenyataannya...
+++++++++ Trima Kasih Bapak Masfuk.... +++++++++++++++++++++++++++++++

harapan saya pribadi, semoga siapapun nantinya yang terpilih secara sah dan tanpa kecurangan dalam bentuk apapun...semoga bisa meneruskan prestasi - prestasi yg lebih baik untuk masarakat lamongan ..gk cuma janji....belaka....
Buat yang ( maaf) hobi demo ..ini itu ...gak sreg dengan kinerja pemimpin kita tolong ...kasih waktu ..pemimpin kita bekerja...jangan hanya bisa mengkritik...mski kritikan itu masih di perlukan ..jika klian dikit2 demo sedikit2 demo... kapan pemimpin kita bekerja dengan tenang untuk kita....

Terima kasih semoga tulisan saya bermanfaat .

Vote ! your voice...siapakah calon calon bupati/wakil bupati pilkada 2010 pilihan anda...anda bisa poling di sini..klo bisa tinggalkan comment anda ..setelah Vote klik "view comment" trims partisipasinya..........

jika ad pihak yang tidak berkenan dengan tulisan saya di atas. mohon di maafkan ..tidak usah di hiraukan ...
Read More

Jumat, 16 April 2010

Kata jawa


Ada yang unik dalam kata
“Jawa” ini. Kata ini umumnya
dikenal sebagai nama pulau,
tetapi anehnya bila kata itu
dihubungkan dengan kata “tidak” dan menjadi “tidak jawa”, atau “ora Jawa” dalam bahasa Jawa, maka ini berarti “tidak bermoral”, atau “tidak susila”. Jadi kata “jawa” di sini mempunyai arti khusus yaitu “kadar moralitas dan kesusilaan seseorang”. Itulah sebabnya orang Jawa akan marah bila dikatai “ora jawa”. Mungkin kata “jawa” itu berasal dari kata “arjawam” pada bahasa sansekerta, yang artinya jujur, rendah hati, atau kata “beneh” dalam bahasa Jawa maupun Bali. Agaknya ketika kata “Jawa” itu diputuskan untuk menjadi nama pulau, tersirat harapan para leluhur semoga para penghuninya kelak selalu bermoral tinggi, bersifat “beneh” dan jujur atau “arjawam”.

Berbagai ungkapan yang ada, baik dalam folklor maupun karya sastra, misalnya dalam “Wedhatama” dan “Wulangreh” ajaran moral mendapat porsi amat besar. Isi kedua buku karya besar tersebut hampir seluruhnya nasehat tentang ajaran moral. Sedang landasan filosofisnya yang mendasari tidak terlalu mendalam. Kiranya moral merupakan pedoman perilaku (karma marga) yang diutamakan, hingga ceritera Mahabharata dan Ramayana, yang sarat dengan nilai-nilai moral itu sangat digemari hingga menjadi pengetahuan andalan yang tak tergantikan oleh ceritera lain, meski beberapa alternatif telah ditawarkan. Isi dua wira-carita tersebut terutama memang ajaran moral, sedang landasan filosofisnya, dibicarakan dalam bab tersendiri,Bhagawatgita yang penuli-sannya dikhususkan. Orang Jawa menganggap Bhagawatgita sebagai “kitab suci yang disakralkan”, sebab dianggap sebagai suara kebenaran sejati atau suara nurani, Karena itu juga dinamakan “Kidung Suksma” yang artinya “nyanyian sukma”, Bagi orang Jawa moral amat penting, bahkan sebagai penentu kadar kematangan spiritual dan kedewasaan seseorang. Sebuah petuah leluhur mengatakan “dadiya wong beneh aja ora jawa”, artinya “jadilah orang susila, jangan tidak bermoral”. Dari kata-kata itu jelas bahwa kedewasaan seseorang bukan ditentukan oleh kematangan fisik semata, tetapi juga kematangan “jiwa”. Seorang spiritualis sering disebut “bathok bolu isi madu”, artinya “seperti tempurung kelapa yang berisi madu”. Walau tampil sederhana tetapi isinya amat berharga.

Bila kata “jawa” dengan seluruh kandungan nilainya itu dipilih sebagai nama pulau dan etnis, padahal kata itu berasal dari kata “arjawam” dalam bahasa sansekerta, yang merupakan bahasa Weda, mestinya pemahaman dan penghayatan “sang pemberi nama” itu terhadap agama Hindu tentu amat mendalam. Karena itu saya merasa pasti bahwa yang memberi nama itu adalah seorang “tokoh Hindu”dan itu berarti ketika nama itu diberikan di pulau Jawa telah ada orang yang beragama Hindu. Dalam ajaran Hindu “arjawan” merupakan salah satu sifat yang dianjurkan di samping sifat-sifat utama lainnya. Karena itu wajarlah bila banyak ajaran Hindu yang amat dihayati dan sulit dihilangkan, meski agama Hindu sudah tidak ada lagi dan masyarakatnya telah beralih memeluk agama lain. Masalahnya adalah: “masih adakah serpihan-serpihan Hinduisme yang tertinggal dan masih mengakar di alam fikiran orang Jawa?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut kiranya terlebih dulu kita perlu mengetahui selintas tentang berbagai “tradisi Jawa”. Sebab tradisi adalah pengejawantahan dari nilai-nilai dan pandangan hidup yang dimiliki sebuah bangsa secara turun temurun.

source from :
www.iloveblue.com
pict from
www.gimonca.com/indonesia/huruf_jawa.htm
Read More

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Time

Labels

My Team

Cek Dolar ah,,

Followers